Sembelit Pada Bayi dan Anak – Bagian 1: Penyebab dan Gejala

Jika bayi anda terlihat gelisah dan popoknya berisi feses yang keras mirip butiran-butiran keras, mungkin bayi anda sedang mengalami sembelit. Mengenali sembelit pada bayi mungkin agak lebih sulit, karena bayi anda belum bisa menyampaikan apa yang ia rasakan. Sembelit merupakan kondisi yang mengganggu dan menyakitkan, bukan hanya pada orang dewasa, namun juga pada anak-anak. Masalahnya, ketika anak atau bayi mengalami sembelit, mereka akan menolak (tidak mau) buang air besar. Akibatnya, masalah yang dihadapi akan menjadi lebih sulit.


Gejala dan penyebab sembelit pada bayi (Fotolia)

Gejala dan penyebab sembelit pada bayi (Fotolia)

Gejala Sembelit pada Bayi dan Anak

Normalnya, bayi baru lahir buang air besar (BAB) 4-5 kali sehari. Biasanya, kotoran anak lunak sehingga mudah keluar dari sistem pencernaan. Biasanya, bayi yang mendapat ASI eksklusif menunjukkan pola BAB yang lebih teratur dibanding bayi yang diberi susu formula dan makanan pendamping ASI. Saat usia anak bertambah, frekuensi BAB akan berkurang, menjadi 2-3 kali per hari, dan pada usia 2 tahun, frekuensi normal BAB anak adalah 1-2 kali per hari.

Mengenali sembelit pada anak yang sudah lebih besar akan lebih mudah. Anak biasanya akan menunjukkan gejala rasa tidak nyaman atau bahkan menangis saat BAB. Beberapa gejala sembelit yang harus anda antisipasi pada bayi maupun anak anda antara lain:

  • Frekuensi BAB berkurang dibanding biasa, atau bahkan anak tidak BAB dalam sehari atau beberapa hari
  • Perubahan warna kotoran menjadi kecoklatan atau hijau. Normalnya, kotoran anak berwarna kuning
  • Kotoran anak berbentuk gumpalan atau butiran keras.
  • Wajah anak tegang, memerah, atau menangis saat BAB
Konsumsi sayur dapat membantu penuhi kebutuhan serat anak (Shutterstock)

Konsumsi sayur dapat membantu penuhi kebutuhan serat anak (Shutterstock)

Nah, jika anak anda menunjukkan beberapa gejala di atas, maka anda sebagai orang tua harus mengambil langkah antisipasi secara cepat. Dengan demikian, kondisi yang dialami buah hati anda tidak semakin memburuk.

Penyebab Sembelit pada Bayi dan Anak

Sembelit pada bayi bisa terjadi karena berbagai hal. Dengan mengenali penyebabnya, anda bisa mengambil langkah pengobatan dan pencegahan. Berikut adalah beberapa penyebab sembelit pada bayi dan anak:

Perubahan Makanan

Saat bayi, sistem organ masih terus berkembang. Organ pencernaan anak mudah terbiasa dengan makanan/minuman yang dikonsumsi setiap hari. Karena sistem cerna yang masih sangat sensitif, maka perubahan pola makan akan direspon secara drastis. Sembelit bisa terjadi ketika anak yang selama ini diberi ASI eksklusif bisa saja mengalami konstipasi saat diberi susu formula atau makanan olahan. Perubahan makanan memaksa sistem cerna anak menyesuaikan diri. Respon yang ditunjukkan berbeda-beda, sesuai ketahanan sistem pencernaan anak.

Dehidrasi

Sama seperti sembelit pada orang dewasa, sembelit pada anak dan bayi bisa juga terjadi karena dehidrasi, terutama saat anak berhenti menyusu. Selain itu, saat usia anak bertambah dan anak semakin aktif, maka resiko dehidrasi semakin tinggi, karena kebutuhan cairan anak semakin tinggi. Oleh sebab itu, anak harus diberi asupan air lebih banyak atau jus buah untuk menstimulasi BAB secara lancar.

Penuhi asupan nutrisi anak dengan buah-buahan (Fotolia)

Penuhi asupan nutrisi anak dengan buah-buahan (Fotolia)

Asupan Nutrisi

Anak-anak dan bayi juga membutuhkan serat pangan yang cukup untuk memperlancar BAB. Saat anak kekurangan serat pangan alami dari buah dan sayur, resiko konstipasi semakin tinggi. Jika anak tidak lagi mendapat ASI, pastikan anda menambahkan makanan berserat pada menu hariannya.

Tekanan Emosional

Anak-anak maupun bayi juga bisa mengalami tekanan emosional. Biasanya, hal ini terjadi ketika anak melalui satu tahapan tertentu dalam proses belajarnya. Stress pada anak bisa termanifestasi dalam bentuk konstipasi atau sembelit.

Nah, setelah mengetahui penyebab dan gejala sembelit pada bayi dan anak, langkah selanjutnya adalah mengatasinya. Simak terus pembahasannya….



Permasalahan yang ada dalam artikel :

cara mencegah datang nya penyakit kanker paru pada anak anak; obat sakit maag yang bagus;

Content Protection by DMCA.com