Penyakit Meningitis pada Orang Dewasa dan Penanganannya

Pernahkah anda tiba-tiba merasakan sakit kepala yang luar biasa. Kemudian tubuh anda didera rasa lelah, otot leher terasa kaku disertai demam dan muntah-muntah. Jika merasakan gejala tersebut, jangan pernah anda abaikan. Karena bisa jadi itu adalah pertanda virus atau bakteri penyakit meningitis menyerang anda.


Penyakit meningitis merupakan infeksi pada selaput pelindung otak. Virus dan bakteri adalah dua hal yang menyebabkan penyakit meningitis. Dua sumber penyakit tersebut juga memiliki kadar yang berbeda. Penyakit meningitis yang disebabkan bakteri lebih para dibanding penyakit yang disebabkan virus.

Penyakit Meningitis pada Orang Dewasa dan Penanganannya

Gambar Penyakit meningitis Pada Orang Dewasa (credit to istock)

Penyakit Meningitis: Penyebab dan Penanganannya

Bakteri yang menyerang selaput pelindung otak dinamai Neiseeria meningitis. Dia menyebar melalui kontak jarak dekat. Virus meningitis, biasanya menyebar melalui batuk, bersin dan lingkungan yang kotor. Pada umumnya penyakit meningitis pada orang dewasa sulit untuk dideteksi. Penyakit ini baru diketahui setelah melakukan check up medis berupa pemeriksaan dokter dan pemeriksaan laboratorium yang meliputi pemeriksaan darah, rontgen dan pemeriksaan cairan selaput otak. Pengobatan baru bisa dilakukan setelah adanya kepastian dari dokter.

Apabila terindikasi diserang meningitis, hal yang pertama anda lakukan adalah memeriksakan diri ke dokter. Serangkaian pemeriksaan fisik akan dilakukan untuk memastikan apakah ada bakteri atau virus yang menyerang. Tanda-tanda fisik yang dijadikan acuan biasanya terdapat ruam pada selaput pelindung otak yang menjadi pertanda terjadinya infeksi darah.

Pemeriksaan dokter ini membutuhkan waktu yang cukup lama, hingga berjam-jam untuk memastikan. Mendiagnosa sendiri penyakit ini akan sulit dilakukan karena dari gejalanya saja mirip dengan orang yang terkena flu. Untuk itu, jika merasakan gejala meningitis, sebaiknya anda langsung ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan cepat. Gejala yang harus diwaspadai, antara lain:

  • Sakit kepala tiba-tiba
  • Demam tinggi
  • Otot leher kaku
  • Terlihat bingung dan kurang respon
  • Muntah-muntah
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Sesak napas

Jika pasien terindikasi virus meningitis, pada umumnya akan membaik setelah beberapa minggu. Dibantu pengobatan dokter dan istirahat yang banyak, pasien virus meningitis akan segera membaik. Berbeda halnya jika pasien terkena bakteri meningitis. Perawatan intensif sangat dibutuhkan karena masuk dalam kondisi darurat. Bahkan seringkali tim medis harus memasukkan pasien ke ruang ICU agar pemantauan fungsi vital tubuh lebih mudah dilakukan.

Pencegahan Penyakit Meningitis

Saat ini, perkembangan ilmu kedokteran sudah menemukan vaksin untuk mencegah penyakit meningitis. Vaksin itu bernama vaksin meningokokus polysakarida. Bisa diberikan untuk semua umur dan mampu memberikan perlindung sebanyak 90-95 persen. Namun pemberian vaksin tidak bertahan lama. Artinya pada rentang waktu tertentu, pemberian vaksin harus diulang lagi. Pada anak berusia di bawah 5 tahun, vaksin bisa memberi perlindungan paling lama 3 tahun. Sedangkan vaksin penyakit meningitis pada orang dewasa bisa lebih lama lagi, yaitu 5 tahun.

Meskipun vaksin meningitis belum dikategorikan sebagai vaksin wajib, namun ada baiknya setiap individu berusia 11-55 tahun memperoleh vaksin ini untuk antisipasi pencegahan penyakit meningitis. Di samping itu, pencegahan personal juga bisa dilakukan sendiri dengan cara selalu menjaga kebersihan badan dan lingkungan.



Permasalahan yang ada dalam artikel :

penanganan meningitis; gejala meningitis pada dewasa; pertolongan pertama meninghitis; meningitis penanganan; meningitis pada dewasa; ciri meningitis pada orang dewasa; cara pengobatan penyakit meningitis pada orang dewasa; cara mengobati penyakit meningitis dewasa; cara menangangi penyakit mengitis; berapa persen penderita meningitis pada orang dewasa;

Content Protection by DMCA.com