Penyakit Leukemia pada Anak dan Pentingnya Kemoterapi

Hingga saat ini, pengobatan utama terhadap penyakit leukemia adalah kemoterapi, meski terkadang pasien juga menjalani transplantasi sel batang, obat-obatan khusus untuk mengatasi gejala yang menyertai penyakit, bedah, hingga radiasi. Demikian juga pada pasien anak. Pengobatan herbal hanya akan membantu meringankan gejala yang menyertai, seperti diare, konstipasi, lesu, dan infeksi, sedangkan penyakit utama hanya bisa diatasi dengan intervensi medis.


Penyakit leukemia pada anak

Penyakit leukemia pada anak

Penyakit Leukemia dan Pengobatannya pada Anak

Seperti dibahas pada artikel tentang jenis dan gejala penyakit leukemia pada anak, ada lima jenis leukemia yang menyerang anak. Salah satunya adalah Acute Lymphocytic Leukemia (ALL). Penyakit leukemia pada anak ini menyerang sel darah putih atau limfosit, dan perkembangannya sangat cepat dan ganas.

Sama halnya dengan jenis lain, penyakit leukemia dan penyebabnya bisa diatasi melalui kemo. Untuk type ALL, ada tiga fase kemo yang harus dijalani, yakni:

  • Fase Induksi; pada fase ini, tujuan utama pengobatan adalah memperlambat perjalanan penyakit (remisi), sehingga sel-sel leukemia tidak lagi ditemukan pada sampel sumsum tulang, sel-sel sumsum tulang kembali normal, dan jumlah darah juga normal. Perlu diingat, remisi tidak sama dengan sembuh, namun proses ini bertujuan mencegah penyebaran penyakit hingga ke otak dan tulang belakang. Tahap remisi biasanya bisa dicapai dalam waktu 1 bulan. Selama periode ini, anak mungkin harus tinggal di rumah sakit dan berada di bawah pengawasan ketat dokter.
  • Fase konsolidasi; fase ini juga disebut intensifikasi, yang bertujuan menghilangkan sel-sel leukemia dari tempat-tempat tersembunyi. Fase ini membutuhkan waktu sekitar 1-2 bulan. Obat-obatan yang digunakan sama dengan fase induksi, meski terkadang anak membutuhkan transplantasi sel induk.
  • Fase pemeliharaan; jika penyakit leukemia pada anak masih bertahap pada tahap remisi setelah menjalani dua tahapan di atas, maka tahap ketigapun dimulai. Waktunya menjadi 2 hingga 3 tahun.

Pengobatan Penyakit Leukemia Berulang pada Anak

Lalu, bagaimana jika leukemia masih berulang setelah anak menjalani tiga tahapan kemoterapi di atas? Jika penyakit leukemia dan gejalanya tidak juga pergi setelah menjalani pengobatan, maka rencana pengobatan mungkin akan diubah. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan terhadap sumsum anak. Jika ternyata penyakit masih ada, maka proses kemoterapi akan diulangi kembali, dengan obat yang sama atau obat yang berbeda.

Transplantasi sel induk mungkin perlu dilakukan pada anak dengan leukema yang kambuh tidak lama setelah pengobatan pertama. Transplan paling baik diambil dari saudara pasien. Namun, untuk kasus penyakit leukemia yang membandel (masih kambuh setelah transplantasi sel induk), maka kasusnya menjadi lebih rumit. Untuk kondisi seperti ini, immunoterapi jenis baru mungkin dapat membantu. Tujuannya adalah untuk meningkatkan respon imun tubuh anak terhadap serangan penyakit.



Permasalahan yang ada dalam artikel :

proses kemoterapi leukemia; kemoterapi leukemia pada anak; kemoterapi leukemia; kemoterapi le; kemoterapi; funhsi kemotrafi pada bayi; fase konsolidasi pada kemoterapi lla; fase fase pada pengobatan kemoterapi; efek kemoterapi leukemia pada anak; carakemoterapipadaanak;

Content Protection by DMCA.com