Mom….Kenali Gejala Dehidrasi Selama Kehamilan Anda!

Dehidrasi dapat menjadi masalah bagi siapa saja; namun, keadaannya akan lebih  mengkhawatirkan jika dehidrasi terjadi selama masa kehamilan. Dehidrasi selama kehamilan tidak hanya berbahaya bagi ibu, namun juga bagi janin yang sedang dikandung. Selama kehamilan, tubuh ibu hamil membutuhkan lebih banyak cairan; sementara itu, janin yang dikandung juga membutuhkan asupan air yang mencukupi. Ya,,,, air sangat penting untuk kehidupan, dan berpengaruh terhadap perkembangan janin.


Mencegah Dehidrasi selama kehamilan (Shutterstock)

Mencegah Dehidrasi selama kehamilan (Shutterstock)

Penyebab Dehidrasi Selama Kehamilan

Dehirasi terjadi jika tubuh kehilangan cairan lebih banyak dibanding asupan yang diterima. Akibatnya, tubuh akan berjuang untuk mempertahankan fungsinya ecara normal. Jika cairan yang hilang tidak diganti, maka yang terjadi adalah dehirasi. Selama masa kehamilan, air berfungsi untuk membentuk plasenta yang akan mengirimkan zat gizi makanan kepada janin. Air juga digunakan di dalam kantong ketuban.

Nah, bagaimana jika tubuh anda tidak mendapatkan cairan yang cukup? Maka resikonya bukan hanya pada ibu hamil, namun juga pada janin. Sebelum membahas penyebab dehidrasi selama kehamilan, berikut adalah beberapa resiko yang bisa terjadi jika ibu hamil tidak mendapatkan cairan yang cukup:

  • Cacat tabung saraf pada janin
  • Air ketuban berkurang
  • Kelahiran prematur
  • Cacat lahir pada janin
  • Kurangnya produk air susu setelah melahirkan

Di awal periode kehamilan, ibu hamil memang rentan mengalami kekurangan cairan, terutama jika ibu mengalami periode morning sickness. Pasalnya, ibu menjadi enggan makan dan minum. Sering mual dan muntah menyebabkan tubuh kekurangan cairan dan elektrolit, ditambah lagi dengan berkurangnya asam lambung saat muntah. Selain morning sickness, penyebab dehidrasi selama kehamilan lainnya antara lain:

  • Olah raga terlalu berat
  • Demam
  • Diare
  • Keringat berlebih akibat cuaca yang panas

Gejala Dehidrasi Selama Kehamilan

Gejala dehidrasi selama kehamilan yang paling umum adalah keringat berlebih. Jika anda tidak minum air dalam jumlah yang cukup, maka tubuh anda akan kesulitan untuk mengatur suhu anas. Akibatnya, tubuh anda akan memproduksi keringat lebih banyak dibanding biasa. Gejala lainnya adalah urine yang berwarna kuning tua. Sebaliknya, jika urine anda berwarna terang, artinya tubuh anda mendapat asupan cairan yang cukup.

Sumber cairan selain air bagi ibu hamil (Shutterstock)

Sumber cairan selain air bagi ibu hamil (Shutterstock)

Dehidrasi ringan hingga sedang pada ibu hamil juga bisa terlihat dari beberapa gejala berikut:

  • Mulut kering
  • Rasa kantuk berlebihan
  • Sakit kepala
  • Rasa haus
  • Frekuensi buang kecil berkurang
  • Konstipasi
  • Pusing

Pada kondisi yang lebih berat, dehidrasi bisa juga menunjukkan gejala berikut:

  • Rasa haus yang ekstrim
  • Pusing dan mudah marah
  • Mulut dan kulit terasa sangat kering
  • Mata sembab
  • Urine berwarna sangat pekat
  • Jarang (tidak) buang air kecil
  • Detak jantung dan nafas lebih cepat dari biasanya
  • Tekanan darah rendah

Moms…. mengkonsumsi air dalam jumlah yang cukup selama kehamilan adalah suatu keharusan, demi keamanan dan kesehatan anda dan janin. Anda harus waspada terhadap gejala dehidrasi yang mungkin timbul. Pastikan anda minum air putih lebih banyak dari biasanya, setidaknya 8 hingga 12 gelas setiap hari.  Selain itu, hindari konsumsi kafein karena dapat membuat anda buang air kecil lebih sering dari biasa. Air adalah sumber cairan terbaik, namun anda juga bisa menambahkannya dengan minum susu, jus buah, maupun sup.

Jika anda mengalami Gejala dehidrasi selama kehamilan di atas, maka segeralah minum air putih dan beristirahat sebisa mungkin. Jika gejalanya tetap berlanjut, sebaiknya hubungi dokter kandungan dan jelaskan gejala yang anda alami.  Dehidrasi ringan hingga sedang biasanya masih bisa diatasi dengan minum banyak air putih. Namun, dehirasi parah harus ditangani segera dengan intervensi medis untuk mencegah hal-hal yang tidak diingini pada ibu dan janin.



Content Protection by DMCA.com