Ibuprofen: Harga, Dosis, Indikasi, Efek Samping

Ibuprofen adalah obat medis penghilang rasa sakit (analgetik), yang dapat Anda beli di apotek dan toko obat tanpa resep dokter, seperti halnya parasetamol.


Obat ibuprofen adalah salah satu dari kelompok obat penghilang rasa sakit yang disebut dengan non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAID), Jika Anda tanyakan ibuprofen ke apoteker, maka ada banyak pilihan merk yang mempunyai kandungan (komposisi) Ibuprofen. Selain itu ada berbagai bentuk obat seperti: tablet atau kaplet, gel, semprotan, cairan atau sirup.

Ibuprofen

Cara Kerja Ibuprofen

Sebagai obat penghilang rasa sakit (NSAID), ibuprofen bekerja dengan mempengaruhi bahan kimia dalam tubuh yang disebut prostaglandin. Prostaglandin adalah zat yang diproduksi oleh tubuh ketika menghadapi penyakit atau cedera. Prostaglandin menyebabkan rasa nyeri dan pembengkakan (inflamasi). Prostaglandin yang dilepaskan dalam otak dapat menjadi penyebab demam atau suhu tinggi.

Efek penghilang rasa sakit dari ibuprofen dimulai segera setelah dikonsumsi, tetapi mempunyai efek anti-inflamasi yang lemah dan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk memulai. Kadang-kadang dapat membutuhkan waktu hingga 3 minggu untuk mendapatkan hasil terbaik. Oleh sebab itu, ibuprofen tidak tepat jika digunakan untuk mengobati terkait dengan peradangan.

Indikasi Ibuprofen

Pada umumnya Ibuprofen dipakai untuk mengatasi bermacam-macam keluhan rasa sakit ringan hingga sedang, seperti:

  • Sakit gigi, migrain dan nyeri haid atau menstruasi.
  • Menurunkan demam: misalnya, pada saat seseorang menderita flu.
  • Rasa sakit dan peradangan yang ditandai oleh kemerahan dan bengkak dan disebabkan oleh penyakit rematik atau anggota gerak tubuh lainnya.
  • Meringankan rasa sakit dan pembengkakan tubuh akibat keseleo, seperti cedera olahraga.

Kontra Indikasi

Tidak semua orang dapat menggunakan obat ini begitu saja, oleh sebab itu, bacalah keterangan mengenai kontraindikasi di label.

  • Tidak boleh dikonsumsi oleh seseorang yang alergi terhadap ibuprofen atau obat NSAID lainnya.
  • Tidak boleh dikonsumsi saat kondisi kesehatan tertentu, seperti ulkus lambung (tukak lambung), atau riwayat reaksi defensif tubuh terhadap NSAID, orang tua/lansia, penderita asma, penyakit ginjal, dan gangguan fungsi hati.
  • Sebaiknya wanita hamil tidak mengkonsumsi ibuprofen kecuali mendapatkan izin dan pengawasan oleh dokter.
  • Bagi ibu menyusui, Ibuprofen tidak memberikan dampak negatif untuk bayi. Namun, ada baiknya untuk anda berkonsultasi dengan dokter.

Parasetamol dianjurkan sebagai alternatif untuk meringankan rasa sakit jangka pendek atau mengurangi demam pada kodisi di atas.

Dosis

Dosis Dosis ibuprofen akan berbeda untuk setiap pasien, karena tergantung dari level penyakit, usia, dan berat badan. Oleh sebab itu, patuhilah petunjuk dokter atau petunjuk pada label dengan cermat.

Ibuprofen dapat dikonsumsi oleh anak-anak berusia berusia >3 bulan, dengan berat badan >5kg, digunakan untuk mengobati rasa nyeri, peradangan, badan panas atau demam.

Dalam kondisi kasus tertentu, dokter dapat merekomendasikan ibuprofen untuk balita usia.

  • Balita usia 2-3 bulan dapat diberikan ibuprofen untuk mengendalikan demam setelah vaksinasi, jika parasetamol tidak cocok.
  • Ibuprofen juga dapat dikonsumsi oleh anak-anak yang menderita rematik, seperti arthritis juvenile idiopathic.
  • Suntikan ibuprofen dapat diberikan untuk bayi prematur (yang dilahirkan sebelum minggu ke-37 masa kehamilan) untuk mengobati ductus arteriosus paten (ketika pembuluh darah di jantung tidak dapat menutup normal pasca kelahiran).
  • Ketika ibuprofen diberikan untuk balita, dosisnya akan tergantung pada usia, berat badan, dan kekuatan ibuprofen, yang biasanya dalam satuan mg (miligram).

Berikut takaran dosis ibuprofen:

Usia Takaran Dosis per hari
>12 tahun 200-400 mg 3-4x
10-12 tahun 300 mg atau 15 ml 3x
7-10 tahun 200 mg atau 10 ml 3x
4-7 tahun 150 mg atau 7,5 ml 3x
1-4 tahun 100 mg atau 5 ml 3x
6-12 bulan 50 mg atau 2,5 ml 3-4x
3-6 bulan 50 mg atau 2,5 ml 3x

Harga Ibuprofen

Harga obat ibuprofen tergantung merknya. Beberapa merk iburprofen antara lain Arfen, Arthrifen Forte, Brufen, Bufect Forte, Farsifen, Ibukal, Iprox, Ostarin, Proris Forte, Prosic, Prosinal, Rhelafen Forte, Spedifen, Yariven, Anafen, Dofen 400, Dolofen-F, Ethifen, Fenatic, Fenris, Ibufen, Ibufenz, Ibufenz Ibufenz Supposit, Ibuprofen Indofarma, Lexaprofen, Mofen, Moris Forte, Prifen, Profen.

Harga ibuprofen indofarma berkisar Rp.20 ribuan di apotek dan toko obat.

Efek Samping Ibuprofen

Beberapa efek samping ibuprofen yang mungkin terjadi antara lain:

  • Mual (rasa ingin muntah)
  • Muntah Diare (buang air besar encer)
  • Gastritis (sakit maag)
  • Sakit perut

Penggunaan ibuprofen dalam dosis tinggi serta jangka waktu lama, dapat menyebabkan peningkatan resiko:

  • Stroke – Pada saat pasokan darah ke otak terganggu.
  • Serangan jantung – Pada saat tersumbatnya pasokan darah ke jantung.

Pada wanita, pemakaian ibuprofen dalam jangka waktu lama dapat mempengaruhi tingkat kesuburan. Namun biasanya dapat kembali pulih pada saat berhenti konsumsi ibuprofen.



Permasalahan yang ada dalam artikel :

obat sakit asam urat; obat penawar penyakit paru paru adalah; tanaman untuk obat asam urat; terapi untuk anak sakit panas;

Content Protection by DMCA.com