12 Fungsi Plasenta Selama Kehamilan Bagi Bayi

Plasenta atau ari-ari adalah organ yang berperan penting selama kehamilan, yaitu sebagai organ yang berfungsi menyalurkan darah dan nutrisi dari ibu ke janin. Fungsi plasenta sangat penting untuk memastikan bayi agar sehat selama berada dalam rahim ibu. Selain itu, masih banyak fungsi plasenta yang perlu dibahas secara tuntas di bawah ini.

Plasenta mempunyai berat kurang lebih seperenam dari berat bayi. Organ ini mempunyai bentuk bundar pipih atau hampir bundar dengan garis tengah sekitar 15-20 cm, tebal 2.5 cm, dan rata-rata berat mencapai 0.5 kg. Tak seperti organ lainnya, plasenta tidak mempunyai sel saraf sehingga tidak dikendalikan langsung oleh sumsum tulang belakang maupun otak. Hal ini karena organ ari-ari terbentuk hanya saat kehamilan dan tugasnya berakhir saat persalinan.

Tugas plasenta memang sungguh berat. Selama masa kehamilan, sekitar 550 ml darah per menit dipompa ke rahim untuk mengantarkan nutrisi dan oksigen untuk janin. Proses ini hanya dapat dilakukan oleh plasenta. Tugas plasenta bagaikan charger perangkat elektronik, yaitu menyaring, memproses, kemudian menyalurkan.

Fungsi Plasenta

Gambar plasenta (credit to shutterstock)

Plasenta berperan penting pada trimester awal hingga trimester akhir kehamilan untuk memastikan agar bayi terlahir dalam kondisi selamat. Inilah 12 Fungsi Plasenta selama kehamilan yang penting bagi tumbuh kembang bayi dalam kandungan.

1. Suplai Nutrisi

Fungsi plasenta yang paling utama dan penting adalah untuk mensuplai nutrisi untuk bayi selama di kandungan. Plasenta akan mengalirkan darah lalu sampai tali pusar yang menghubungkan darah ibu ke darah bayinya. Itulah fungsi plasenta dalam mensuplai nutrisi untuk bayi.

2. Pencernaan

Trofoblas mencerna protein lalu memasukkannya ke darah janin.

3. Respirasi

Plasenta berperan seperti paru-paru untuk janin. Tetapi peran tersebut tidak berarti plasenta bernafas. Arti plasenta bereran seperti paru-paru adalah plasenta menjadi media pertukaran darah. Darah ibu yang kaya oksigen (O2) dialirkan ke darah janin, lalu darah yang kaya karbondioksida (CO2) dari janin di alirkan ke darah ibu.

4. Ekskresi

Plasenta juga berfungsi seperti ginjal, yaitu menyaring darah dalam upaya menghilangkan zat berbahaya yang dapat mempengaruhi kesehatan bayi. Limbah urea dikeluarkan dari darah janin ke darah ibu lalu disaring dan akhirnya dikeluarkan oleh ginjal sang ibu.

5. Media penyimpan

Plasenta menyimpan zat besi, glikogen, dan lemak untuk memenuhi kebutuhan hidup janin, sebab hati janin belum terbentuk secara sempurna.

6. Dinding penghalang

Fungsi plasenta yang penting lainnya yaitu sebagai dinding penghalang yang efisien yang dapat menyaring darah ibu sebelum alirkan ke bayi. Sebagai dinding penghalang, plasenta mampu memblok sebagian zat berbahaya atau penyakit yang terdapat pada darah ibu sehingga tidak masuk ke darah bayi. Tetapi zat berbahaya seperti nikotin dan narkoba masih dapat melalui plasenta. Oleh sebab itu, ibu hamil wajib berhenti merokok dan menghindari dari narkoba demi kesehatan bayi dalam kandungan.

7. Imunitas

Antibodi IgG bisa melalui plasenta untuk memberikan proteksi pada bayi dalam kandungan. Antibodi ini disalurkan pada awal minggu ke 20 dan 24 usia kehamilan.

Imunitas pasif ini masih ada di dalam tubuh janin selama beberapa bulan pasca persalinan, sehingga bayi baru lahir memiliki imunitas humoral (humoural) jangka panjang sehingga bayi mendapatkan proteksi dari ancaman infeksi. Imunitas humoral adalah kekebalan yang dimediasi oleh makromolekul yang ditemukan pada cairan ekstraselular seperti antibodi yang disekresikan, protein komplemen, dan peptida antimikroba tertentu.

Sayangnya antibodi lain, seperti IgM, tidak bisa melalui plasenta, sehingga beberapa infeksi yang diperoleh saat hamil masih beresiko terhadap janin.

8. Fungsi endokrin

Plasenta memiliki fungsi sebagai kelenjar endokrin yang mengeluarkan beberapa hormon seperti estrogen, progesteron dan human chorionic gonadotropin (HCG). Hormon tersebut berguna dalam mempertahankan kehamilan, tumbuh kembang janin, mempercepat metabolisme ibu, dan mempersiapkan kondisi tubuh sang ibu untuk menyusui setelah bersalin. Lebih jelasnya ada di poin berikutnya.

9. Menghasilkan HCG

Hormon pertama yang diproduksi oleh plasenta disebut human chorionic gonadotropin (HCG). Hormon HCG berperan menghentikan siklus haid dengan mempertahankan Corpus luteum di ovarium. Korpus luteum menghasilkan dan melepaskan hormon progesteron dan estrogen, dan hCG menstimulus untuk meningkatkan produksinya agar kehamilan dapat dipertahankan.

Sebagai catatan, pada wanita yang tidak hamil, korpus luteum pada ovarium perlahan-lahan menghilang dan berkurang fungsinya, akibatnya hormon estrogen dan progesteron yang awalnya tinggi menjadi rendah sehingga terjadi haid atau datang bulan. Ketika wanita melakukan tespek kehamilan, sebetulnya anda sedang memeriksa hormon HCG. Tespek dapat dilakukan saat telat menstruasi, yaitu pada hari ke 7-10 pasca implantasi.

HCG juga mempunyai dampak anti-antibodi, memproteksi janin dari reaksi penolakan tubuh ibu serta membantu janin laki-laki dengan menstimulus testis untuk menghasilkan testosteron.

10. Menghasilkan Estrogen

Estrogen adalah hormon yang menstimulus pembesaran payudara dan rahim sehingga janin dapat tumbuh dan ASI dapat dihasilkan. Estrogen juga berfungsi untuk meningkatkan pasokan darah menjelang persalinan melalui aktivitas vasodilatasi. Kadar estrogen ibu hamil dapat meningkat hingga 30 kali dari wanita yang tidak hamil.

11. Menghasilkan Progesteron

Progesteron membantu embrio agar dapat menempel dan tertanam dalam rahim ibu. Selain itu progesteron mempengaruhi saluran tuba dan rahim dengan menstimulus peningkatan sekresi yang dibutuhkan untuk nutrisi janin. Seperti halnya hCG, hormon ini dibutuhkan untuk mencegah terjadinya keguguran (aborstus spontan).

12. Menghasilkan Hormon Laktogen

Plasenta juga memproduksi hormon human plasenta lactogen (hPL). Hormon hPL identik dengan struktur hormon pertumbuhan wanita. Tetapi hPL pada wanita hamil, dapat mencapai 1000 kali dari konsentrasi normal. Fungsi hPL adalah bertugas untuk menghambat insulin ibu agar glukosa darah tidak terlalu banyak masuk ke dalam sel tubuh sang ibu.

12 fungsi plasenta berperan saat kehamilan dan menjaga keselamatan bayi di dalam kandungan.