Cegah Jatuhnya Korban, Tangani Penyakit Malaria dengan Benar

Malaria merupakan suatu kondisi yang serius, sehingga penanganan secara cepat dan tepat merupakan suatu keharusan untuk mencegah jatuhnya korban. Di Indonesia, penyakit malaria merupakan salah satu kondisi yang cukup lazim terjadi, dan telah memakan banyak korban. Umumnya, jatuhnya korban terjadi karena komplikasi parah akibat penanganan yang tidak tepat, seperti disentri, anemia, gagal ginjal, hingga koma.


Penyakit Malaria - Fotolia

Penyakit Malaria – Fotolia

Penyakit Malaria: Penyebab dan Gejalanya

Penyakit malaria di Indonesia umumnya terjadi karena berbagai faktor, di antaranya:

  • Lingkungan yang tidak higienis
  • Kebiasaan makan yang tidak sehat, misalnya, banyak mengkonsumsi makanan kalengan
  • Kebiasaan konsumsi minuman beralkohol. Minuman berbahaya ini dapat menurunkan daya tahan tubuh dan kemampuan tubuh untuk bertahan dari serangan penyakit; akibatnya, orang yang mengkonsumsi alkohol lebih rentan terhadap serangan penyakit, termasuk malaria.

Nah, jika anda atau salah satu anggota keluarga mengalami demam tinggi yang disertai gejala seperti menggigil, berkeringat, nyeri pada tungkai dan seluruh tubuh, sakit kepala, hingga gangguan pencernaan, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter. Pola demam malaria biasanya bervariasi, mulai dari demam terus menerus, selang-seling hari, hingga per empat hari.

Penanganan Terhadap Penyakit Malaria

Karena penyakit malaria disebabkan oleh faktor lingkungan dan gaya hidup, maka penanganannya juga harus dimulai dari dua faktor tersebut, yakni menjaga lingkungan tetap sehat dan bebas dari vektor malaria, serta memperbaiki gaya hidup. Namun, pengobatan secara medis adalah suatu keharusan.

Pengobatan terhadap malaria - Fotolia

Pengobatan terhadap malaria – Fotolia

Biasanya, dokter akan memberikan obat-obatan kelompok quinine, lariam, nivaquine, atau fansidar untuk mengobati malaria. Namun, mengingat semakin kuatnya resistensi agen penybar malaria (yakni Plasmodium falciparum) terhadap obat-obatan chloroquine yang ada saat ini, para tenaga kesehatan sudah mulai menggunakan obat-obatan dari turunan artemisinin.

Sayangnya, obat-obatan kelomopok artemisinin dapat menimbulkan efek samping, seperti hilangnya selera makan, tubuh lelah, penurunan daya tahan tubuh, masalah usus dan pencernaan, masalah pada hati, hingga depresi.

Contoh Pengobatan Herbal terhadap Malaria: Daun Kemangi

Selain menggunakan pengobatan medis, anda juga bisa melengkapinya dengan pengobatan herbal di rumah. Meski demikian, perlu diingat bahwa pengobatan herbal bukan untuk menggantikan pengobatan medis, melainkan sebagai pelengkap. Pilihannya antara lain adalah daun kemangi. Caranya sangat mudah:

Obat herbal malaria - Shutterstock

Obat herbal malaria – Shutterstock

  • Rebus daun kemangi bersama sedikit bubuk merica dalam setengah liter air
  • Campurkan dengan sedikit gula untuk memberikan sedikit rasa
  • Dan minum secara teratur tiga kali sehari.

Air daun kemangi dapat membantu menurunkan demam. Di dalamnya, terdapat dua jenis flavonoid yang sangat penting untuk mengobati penyakit malaria, yakni vicenin dan orientin. Kedua flavonoid ini bekerja untuk melindungi sel-sel darah dari kerusakan. Selain itu, daun kemangi kaya akan minyak alami, seperti cineol, linalool, dan estragole, yang memiliki khasiat anti-bakteri yang sangat penting. Dengan semua kandungan ini, daun kemangi sangat efektif untuk mengatasi malaria.



Permasalahan yang ada dalam artikel :

manfaat daun kelor utk skt malaria; menurunkan demam pada malaria; minyak sanhong utk malaria;

Content Protection by DMCA.com