Cara Mengatasi Gigi Retak Secara Medis

Cara Mengatasi Gigi Retak Secara Medis

Apakah anda merasa ngilu padahal anda telah bercermin dan memastikan gigi tampak utuh tanpa ada lubang? Bisa jadi karena ada masalah gigi retak. Gangguan keretakan pada gigi perlu diperhatikan. Barangkali anda akan bertanya-tanya dalam hati anda, bagaimana perawatan dan cara mengatasi gigi retak secara medis yang biasanya dilakukan oleh dokter gigi?

Gigi retak tidak selamanya dapat dilihat secara kasat mata, karena umumnya retakannya sangat halus. Gejalanya juga tidak terjadi setiap saat sehingga seringkali orang tidak menyadari bahwa ia memiliki gigi retak.

Gigi retak dapat terjadi baik pada pria maupun wanita, tanpa mengenali batas usia atau pekerjaan. Umumnya penyebab gigi retak adalah akibat menggigit makanan atau obyek yang terlalu keras, salah posisi ketika menguyah, atau karena struktur gigi yang lemah.

Cara Mengatasi Gigi Retak Secara Medis
Gambar Gigi Retak

Orang yang mengalami gigi retak akan mengalami beberapa gejala berupa rasa nyeri saat menguyah. Jika anda diamkan maka rasa sakitnya akan terjadi meskipun dalam kondisi tidak menguyah. Hal ini terjadi akibat bakteri yang masuk ke sela-sela retakan dan menginfeksi jaringan bagian dalam gigi.

Oleh sebab itulah, perlu penanganan pada gigi retak secara medis. Pada kasus gigi retak yang tidak sampai ke ruang pulpa, biasanya dokter cukup mengatasinya dengan pembuatan mahkota gigi tiruan (crown). Sedangan pada kasus yang berat, saluran akar gigi wajib dirawat dan diberikan aplikasi bahan mineral trioxide aggregate (MTA) terlebih dahulu sebelum dipasang mahkota gigi palsu (crown). Adapun sayangnya, jika retaknya sudah jauh hingga ke akar atau bahkan gigi menjadi terbelaj maka solusinya perlu dicabut dan diganti dengan gigi palsu/implan.

Diagnosis gigi retak relatif lebih sulit daripada gigi berlubang. Dokter gigi perlu memeriksa kondisi gigi dan mulut secara menyeluruh. Jika pemeriksan awal tidak dapat memperlihatkan posisi dan kedalaman retaknya, maka dokter biasanya perlu pemeriksaan radiologi dengan alat 3D Cone Beam Computed Tomography (CBCT).

Dengan 3D CBCT, hasil pencitraan akan menghasilkan resolusi detail yang tajam, bahkan hingga per potong bagian gigi (slice by slice).

Dalam penanganan masalah gigi, dokter gigi akan berusaha mempertahankan struktur gigi dan menjadikan pencabutan gigi sebagai solusi terakhir yang diambil jika tidak ada alternatif lain. Sebab pencabutan gigi akan mengakibatkan tulang rahang menciut seiring waktu. Andaipun terpaksa dilakukan pencabutan gigi, maka perlu pengganti gigi palsu/tiruan agar tidak terjadi dampak pasca pencabutan, seperti pergeseran susunan gigi, radang gusi, kelainan sendi rahang, intonasi suara berubah, dan berkurangnya dukungan terhadap bibir dan pipi. (Baca juga: obat alami sakit gusi yang ampuh)

Demikian cara mengatasi gigi retak secara medis yang umumnya dilakukan oleh dokter gigi. Jadi tak perlu khawatir periksa kesehatan gigi ke dokter gigi, sebab opsi pencabutan hanya menjadi opsi terakhir yang tak terelakkan. Selama masih ada opsi alternatif, dokter akan berupaya menjaga struktur gigi anda.