Apa itu Pil PCC?

Pil PCC menjadi penyebab kematian seorang anak. Ketahui apa itu pil PCC dan bagaimana pil PCC berdampak terhadap kesehatan tubuh manusia.

Baru-baru ini pil PCC sedang menjadi bahan pembicaraan karena sudah memakan satu korban jiwa dan puluhan korban lainnya di rumah sakit di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kita turut bersedih sebab penyalahgunaan obat ini dilakukan oleh murid SD dan SMP yang merupakan generasi muda penerus bangsa.

Sebetulnya apa itu PCC? PCC adalah campuran obat yang terdiri dari paracetamol, caffeine, dan carisoprodol. PCC bekerja dengan menghambat sinyal rasa nyeri dari tulang belakang dan otak.

Apa itu Pil PCC

Pil PCC (credit to TribunNews)

Campuran paracetamol dan caffeine sudah banyak diketahui dan banyak ditemui di pasaran untuk mengatasi rasa nyeri. Sebetulnya kedua obat tersebut tidak berpotensi menyebabkan bahaya serius dan bukan jenis golongan obat keras. Adapun carisoprodol adalah muscle relaxant yang dipakai untuk mengatasi rasa tidak nyaman karena nyeri akut muskuloskeletal pada orang dewasa. Yang perlu diperhatikan, obat ini tidak dapat dipakai dalam jangka waktu panjang. Biasanya dokter paling lama menyarankan 2-3 minggu pemakaian.

Pl PCC tergolong obat keras yang tidak bisa diperjualbelikan secara bebas. Untuk mendapatkannya, anda perlu izin melalui resep dokter.

Efek Samping Penggunaan Pil PCC Yang Tidak Tepat

1. Efek sedatif

Obat ini mempunyai efek sedatif atau menenangkan yang kuat, sehingga bisa membahayakan aktivitas yang memerlukan konsentrasi seperti saat mengemudikan kendaraan.

Efek sedatif pada carisoprodol yang ada pada pil PCC ini dapat membuat anda ketagihan. Itulah sebabnya obat ini harus berada di bawah pengawasan dokter.

2. Overdosis

Carisoprodol banyak disalahgunakan untuk penyalahgunaan obat, kejahatan, dan lainnya. Penyalahgunaan carisoprodol menyebabkan risiko overdosis yang bisa mengakibatkan gangguan kesehatan bahkan hingga kematian. Gangguan kesehatan akibat overdosis Carisoprodol antara lain:

  • hipotensi.
  • kejang
  • halusinasi
  • gangguan kesadaran atau koma
  • depresi nafas dan sistem saraf pusat

3. Terkait dengan kasus kematian akibat pil PCC, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan bahwa rata-rata korban konsumsi pil PCC yang sudah dicampur dengan miras oplosan. Padahal dari segi medis, pasien yang mengonsumsi pil PCC dilarang untuk minum minuman beralkohol maupun konsumsi obat penekan sistem saraf pusat lainnya, karena akan meningkatkan risiko efek samping pil PCC hingga kematian.

Jika pil PCC diminum tanpa pengawasan dari dokter dampaknya bisa sangat fatal. Jadi, dengan mengetahui apa itu pil PCC maka diharapkan anda berhati-hati dalam mengonsumsi obat ini. Jika anda mempunyai masalah kesehatan maka berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.



Tags: