Apa itu Ovulasi? Inilah Penjelasan Detailnya

Apa itu ovulasi? Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur (ovum) dari indung telur (ovarium). Selama proses ini, sel telur akan bergerak ke tuba fallopi. Tuba fallopi adalah tempat dimana sel telur wanita bisa dibuahi oleh sel sperma pria seandainya sel telur dan sel sperma bertemu, kemudian terjadilah proses kehamilan. Tetapi jika tidak ada pembuahan, maka wanita akan haid sebagaimana biasanya.

Dalam ovarium wanita ada sekitar 300.000 sel telur, tetapi sejak haid yang pertama (menarche) sampai menopause, wanita hanya melepas kurang lebih 300-400 sel telur. Umumnya proses ovulasi berlangsung pada hari ke 10-19 dalam satu siklus menstruasi. Ovulasi disebut juga sebagai masa subur, sebab pada masa ovulasi inilah seorang wanita berada dalam masa paling subur dalam satu bulan.

Ovulasi dikontrol oleh kelenjar hipotalamus yang merupakan bagian dari otak manusia. Hipotalamus akan mengirim sinyalnya ke lobus anterior kelenjar hipofisis dan memerintahkan untuk mengeluarkan hormon perangsang folikel (follicle stimulating hormone/FSH) dan hormon pelutein (luteinizing hormone/LH) yang akan mengendalikan proses terjadinya ovulasi.

Apa itu Ovulasi

Ovulasi terjadi ditengah siklus haid untuk kasus siklus haid normal (Gambar wikipedia)

Proses Terjadinya Ovulasi

Proses ovulasi biasanya dapat dibagi menjadi 3 tahap:

  1. Fase Folikular : pada fase ini FSH dilepas, sel telur mengalami pematangan, lapisan di sekitar sel telur mengental dan lapisan rahim mulai menebal.
  2. Fase Ovulasi : pada fase ini LH melonjak sedangkan FSH menurun, sel telur dilepas dan keluar dari folikel lalu masuk ke tuba falopii.
  3. Fase Luteal : pada fase ini, banyak LH dilepas, sel telur yang sudah dibuahi akan ditanamkan ke rahim. Jika sel telur tidak dapat dibuahi maka ia akan berhenti menghasilkan hormon lalu akan rusak dan dibuang saat menstruasi

Bagi anda yang ingin segera mendapatkan keturunan maka anda perlu tahu cara menghitung masa ovulasi yang tepat. Beberapa metode menghitung ovulasi adalah sebagai berikut:

  • Metode kalender :yaitu dengan menghitung hari kalender. Jika siklus menstruasi normal maka ovulasi atau masa subur adalah hari ke 12-16 dalam siklus menstruasi. Tetapi jika siklus menstruasi tidak teratur maka ovulasi akan susah diketahui, sebab harus mencatat jumlah hari dalam siklus menstruasi pada minimal 6x siklus menstruasi. Hari pertama ovulasi adalah jumlah hari siklus menstruasi terpendek pada 6 siklus menstruasi dikurangi 18. Adapun hari terakhir ovulasi adalah jumlah hari siklus menstruasi terpanjang pada 6 siklus menstruasi dikurangi 11.
  • Metode suhu tubuh basal : yaitu dengan mengukur suhu basal tubuh. Proses ovulasi akan mengakibatkan suhu basal tubuh mengalami peningkatan 0,4-1,0 derajat celcius. Ovulasi diestimasi terjadi saat suhu basal tubuh yang diukur dengan memakai termometer pada Miss V mengalami peningkatan dari 35,5–36 derajat celcius menjadi 36,5-37 derajat celcius
  • Metode mukosa serviks : yaitu dengan mengamati lendir rahim. Proses ovulasi akan mengakibatkan perubahan pada lendir leher rahim. Saat tidak ovulasi jika diraba akan lendir kental dan lekat seperti permen karet, sedangkan saat ovulasi jika diraba akan lebih licin dan tidak melekat seperti putih telur
  • Metode simptothermal : yaitu dengan menggabungkan metode kalender, metode suhu basal, dan metode mukosa serviks. Dengan memakai metode ini diharapakan estimasi masa subur akan lebih akurat.

Demikian penjelasan detail tentang apa itu ovulasi, proses dan metode penghitungannya. Semoga bermanfaat bagi anda yang ingin tahu cara mengecek masa subur wanita dalam upaya mendapatkan keturunan.



Tags: