Apa Itu Ketosis dan Ketoacidosis, Resiko dan Pemicunya?

Kata ketosis maupun ketoacidosis mungkin belum begitu akrab di telinga anda, namun sebenarnya dua kondisi ini cukup sering terjadi, khususnya pada penderita diabetes maupun orang yang menjalani diet ekstrim. Sebelum membahas apa itu ketosis maupun ketoacidosis, satu kata yang perlu dipahami terlebih dahulu adalah “ketone”. Apa itu ketone? Ketone adalah sejenis zat yang diproduksi tubuh saat terjadi pembakaran lemak (bukan pembakar gula atau glukosa) menjadi energi. Nah, lalu apa hubungan ketone dengan ketosis dan ketoacidosis?


Apa itu ketosis dan ketoacidosis (Shutterstock)

Apa itu ketosis dan ketoacidosis (Shutterstock)

Apa Itu Ketosis dan Faktor Pemicunya?

Ketosis biasanya terjadi pada orang yang menjalani diet rendah karbo. Diet yang rendah kalori dan miskin zat gizi juga dapat memicu ketosis. Makanan rendah karbohidrat dapat membuat anda kekurangan glukosa di dalam darah. Pada akhirnya, tubuh akan memproduksi lebih sedikit insulin. Sementara itu, tubuh akan mulai membakar lemak lemak menjadi energi, dan tidak lagi bergantung kepada gula. Jika proses ini terus-menerus terjadi, kadar ketone di dalam tubuh akan semakin meningkat.

Jadi, apa itu ketosis? Ketosis terjadi karena kelebihan kadar ketone dalam darah maupun urine. Umumnya, kondisi ini tidak berbahaya. Selain orang yang menjalani diet, orang yang berpuasa dan sering mengkonsumsi alkohol juga beresiko mengalami ketosis. Namun, anda menjalankan diet rendah karbo secara terus-menerus dan ketosis yang terjadi tidak ditanagni dengan baik, maka ada resiko lain yang menanti anda, yakni ketoacidosis.

Diet ekstrim dapat memicu ketosis (Shutterstock)

Diet ekstrim dapat memicu ketosis (Shutterstock)

Apa Itu Ketoacidosis dan Faktor Pemicunya?

Ketosis adalah bentuk ringan dari ketoacidosis. Lalu, Apa Itu Ketoacidosis? Ketoacidosis merupakan suatu kondisi yang membahayakan jiwa, karena tubuh tidak memproduksi cukup insulin. Akibatnya, kadar ketone dan gula darah yang tinggi dapat membahayakan jiwa. Penderita diabetes mellitus type 1 memiliki resiko lebih tinggi mengalami ketoacidosis, karena tubuh tidak memproduksi cukup insulin untuk mencerna gula darah.

Jika dipadukan dengan diet rendah karbohidrat yang ekstrim, maka resiko ketoacidosis semakin tinggi. Kombinasi keduanya membuat darah anda terlalu asam dan hal ini dapat mengubah fungsi organ-organ vital di dalam tubuh, khususnya ginjal dan hati. Ketoacidosis bisa terjadi secara tiba-tiba (bisa jadi dalam waktu kurang dari 24 jam) dan jika tidak ditangani dengan benar, maka dapat menimbulkan koma dan bahkan kematian.

Selain diabetes mellitus type 1, berikut adalah beberapa faktor yang dapat memicu ketoacidosis:

·           Diabetes mellitus type 2 yaang tidak disertai pola makan dan manajemen insulin yang tepat

·           Serangan jantung

·           Stress

·           Puasa dan malnutrisi pada orang yang memiliki riwayat konsumsi alkohol berlebihan

·           Penyalahgunaan obat

·           Dehidrasi parah

·           Penyakit akut, seperti sepsis dan pankreatitis

·           Obat-obatan tertentu

Makanan rendah kalori dapat memicu ketosis dan ketoacidosis (Shutterstock)

Makanan rendah kalori dapat memicu ketosis dan ketoacidosis (Shutterstock)

Gejala Ketosis dan Ketoacidosis

Ketoacidosis adalah salah satu penyebab kematian pada penderita diabetes usia muda. Angka kematian akibat ketoacidosis sekitar 2% hingga 5%. Oleh sebab itu, ada baiknya anda mengenali beberapa gejala umum ketosis dan ketoacidosis. Dengan demikian, anda bisa melakukan tindakan penanganan secara tepat. Perlu diketahui bahwa ketosis tidak memiliki gejala; jadi, ketika tubuh anda menunjukkan gejala, artinya anda sudah memasuki tahap ketoacidosis. Berikut adalah beberapa gejala yang perlu anda antisipasi:

·           Rasa haus ekstrim

·           Sering buang air kecil

·           Nyeri perut

·           Mual dan muntah

·           Rasa lelah berlebihan

·           Nafas beraroma buah

·           Nafas pendek

·           Pusing

Jika anda mengalami gejala di atas, ada baiknya anda menjalani test urine untuk mendeteksi kadar ketone di dalam darah. Perlu diketahui bahwa makanan rendah kalori memang dapat menjadi solusi untuk menurunkan berat badan, namun jika dilakukan berlebihan, resiko ketosis dan ketoacidosis yang dapat membahayakan jiwa justru menanti anda. Jadi, lakukanlah diet secara proporsional disertai dengan latihan fisik.



Permasalahan yang ada dalam artikel :

penyakit ketosis; obat wasir tradisional; apa itu ketosis; ketosis adalah; Bagian ketosis organ yang sakit; penyebab penyakit ketosis; ciri-ciri penyakit ketosis; Gejala penyebab ketosis; jenis penyakit ketosis; ketoacidosis adalah;

Content Protection by DMCA.com