Anda Pilek Berkepanjangan? Waspadai Kanker Hidung!

Pada kelompok usia 15-25 tahun atau 60-65 tahun, salah satu penyakit yang harus diwaspadai adalah kanker hidung atau kanker nasofaring (KNF). Penyakit ini lebih lazim terjadi pada pria, namun bukan berarti kaum wanita bebas dari resikonya. Selain itu, penduduk di wilayah Asia Tengga dan daratan Cina harus lebih waspada terhadap serangan kanker ini, karena penelitian menemukan bahwa kanker nasofaring banyak ditemukan di wilayah ini.


Pilek berkepanjangan adalah salah satu gejala kanker hidung

Pilek berkepanjangan adalah salah satu gejala kanker hidung (Obatsinusitiskronis)

Kanker Hidung dan Gejalanya

Hidung sering tersumbat, serta pilek yang disertai darah adalah gejala yang diwaspadai. Sayangnya, ketiga gejala ini sering tidak spesifik, karena gangguan pernafasan lain pun, seperti pilek biasa bisa saja diikuti gejala seperti hidung tersumbat. Namun, yang perlu diwaspadai adalah seringnya keluar dari dari saluran pernafasan serta suara yang berubah menjadi sengau. Namun sekali lagi, pasien bisa saja menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Namun, jika muncul tonjolan di leher, maka anda harus memeriksakan diri ke dokter.

Secara lebih spesifik, berikut adalah beberapa gejala kanker hidung yang perlu diperhatikan:

  • Pilek dan hidung tersumbat dalam waktu yang lama, disertai gangguan penciuman dan ingus kental
  • Sering keluar darah dari lubang hidung (mimisan)
  • Tidak enak badan, demam, dan kepala pusing
  • Terkadang, suara pasien agak sengau
  • Pada kasus yang telah menyebar hingga ke ke kelenjar getah bening, muncul benjolan yang semakin membesar di leher
  • Penurunan fungsi pendengaran, seperti suara mendengung di salah satu telinga; telinga terasa seolah-olah berisi cairan.
  • Pada tahap lanjut, kanker nasofaring dapat menimbulkan gangguan penglihatan, akibat lumpuhnya otot pada kelopak mata
Tonjolan pada leher adalah gejala kanker hidung tahap lanjut

Tonjolan pada leher adalah gejala kanker hidung tahap lanjut (Namaobatuntukpenyakitdiapotik.oherbal)

Pada kondisi terberat, kanker nasofaring dapat mengganggu organ vital, seperti tulang, hati, maupun paru-paru. Kondisi ini ditandai dengan nyeri tulang, gangguan sistem pencernaan, dan sesak nafas. Pada kondisi ini, maka penyakit akan sulit disembuhkan. Lalu sebenarnya, apa yang memicu kanker pada saluran pernafasan ini?

Penyebab Kanker Hidung

Penyebab kanker hidung belum diketahui secara pasti. Namun, penelitian menunjukkan bahwa infeksi virus Epstein Barr (EBV) berperan penting dalam perkembangan kanker ini.  Beberapa faktor yang meningkatkan resiko terjadinya kanker nasofaring adalah:

  • Terlalu banyak mengkonsumsi ikan yang diasinkan sejak usia dini
  • Sering mengkonsumsi makanan yang difermentasi atau diawetkan
  • Kebiasan merokok
  • Faktor keturunan, khusus garis keturunan pertama dengan riwayat kanker nasofaring
  • Ventilasi rumah kurang baik
  • Kebiasaan membakar dupa atau obat nyamuk
Konsumsi ikan asin berlebihan adalah faktor resiko kanker hidung

Konsumsi ikan asin berlebihan adalah faktor resiko kanker hidung (Indonesian-medan-food)

Oleh sebab itu, untuk menghindari kanker hidung, maka pastikan anda dan keluarga tidak membiasakan diri mengkonsumsi makanan yang diawetkan. Konsumsi ikan asin boleh saja, asal tidak berlebihan dan tidak berkepanjangan. Biasakan mengkonsumsi sayuran, buah-buahan, maupun daging segar, agar resiko kanker nasofaring dapat diminimalisir.



Permasalahan yang ada dalam artikel :

flu berkepanjangan; pilek berkepanjangan; hidung mampet berkepanjangan; cara mengatasi flu berkepanjangan; penyebab pilek berkepanjangan; pilek berkepanjangan pada orang dewasa; pilek yang berkepanjangan; penyebab flu berkepanjangan; penyakit flu berkepanjangan; obat pilek berkepanjangan;

Content Protection by DMCA.com