Anak Kurus Bukan Berarti Kurang Gizi

Anak Kurus Bukan Berarti Kurang Gizi

Banyak orang tua sering membandingkan berat badan anaknya dengan anak orang lain. Belum lagi anggapan di masyarakat bahwa anak gemuk berarti sehat, sedangkan anak kurang berarti tidak sehat. Bahwa anak kurus bukan berarti kurang gizi akan dijelaskan di bawah ini.

Seorang anak dapat digolongkan sehat jika berat dan tinggi badannya sesuai dengan usia, perkembangan motorik dan kognitifnya. Selain itu juga perlu berbanding seimbang dengan level perkembangan umurnya.

Penentuan standar normal atau tidaknya seorang anak berdasarkan ‘berat badan kurang’ atau ‘berat badan berlebih’ yang mengacu pada kurva pertumbuhan WHO.

Kurva pertumbuhan standar menggambarkan pertumbuhan anak dari mulai usia 0-59 bulan. Beberapa indikator pertumbuhan yaitu tinggi badan terhadap umur, berat badan terhadap umur, berat badan terhadap tinggi, dan indeks massa tubuh terhadap umur.

Jadi sebenarnya, walaupun anak anda terkesan kurus, bukan berarti kurang gizi. Sebab kita juga perlu melihat kurva pertumbuhan WHO. Apakah sudah sesuai dengan standar pertumbuhan anak atau tidak. Sebab seringkali seorang anak dianggap terlihat kurus tetapi berat badannya tergolong normal berdasarkan kurva pertumbuhan WHO.

Anak Kurus Bukan Berarti Kurang Gizi

Ilustrasi seorang anak menimbang berat badannya (Credit to Getty Images)

Untuk menjaga berat badan anak, orang tua perlu memastikan agar kebutuhan gizinya terpenuhi lewat asupan nutrisi dari makanan sehari-hari, yaitu:

  • Makanan yang mengandung protein antara lain daging ayam, daging sapi, hati, ikan, telur ayam, telur bebek, dan kacang-kacangan.
  • Sayuran yang mengandung vitamin dan mineral, seperi bayam, kol, wortel.
  • Buah-buahan yang mengandung vitamin dan mineral, seperti mangga, jeruk, pisang,
  • Kalsium yang didapat diperoleh melalui susu dan buah pisang.

Tentu saja kebutuhan nutrisi seorang anak berbeda-beda sebab tergantung dari usia dan jenis kelaminnya. Sebagai orang tua, anda tidak perlu membanding-bandingkan anak anda dengan yang sebayanya jika anak anda masih tergolong memiliki berat badan normal.

Seandainya, tumbuh kembang anak anda tidak normal pun sebaiknya tidak diucapkan pada sang anak, sebab hal ini dapat memicu rasa tidak percaya diri pada sang anak saat ia dewasa kelak. Apakah anda ingin anak anda memiliki rasa minder? Tentu saja tidak bukan. Daripada mengomel-ngomel pada anak karena berat badannya yang tidak normal setelah diukur kurva pertumbuhan WHO, mengapa anda tidak introspeksi barangkali letak kesalahan ada pada orang tua sendiri yang kurang perhatian terhadap nutrisi anak dengan hanya menyajikan makanan banyak tetapi tidak mengandung nutrisi lengkap. Sesibuk apapun orang tua, ada baiknya anda memperhatikan buah hati anda karena ia lah masa depan keturunan anda kelak.

Anak kurus bukan berarti kurang gizi sebab harus diukur dengan parameter atau indikator lain berdasarkan kurva pertumbuhan anak versi WHO. Anda juga dapat berkonsultasi dengan ahli gizi dan dokter spesialis anak tentang masa tumbuh kembang anak.