Adakah Perbedaan Penderita Penyakit Epilepsi Dengan Anak Normal?

Penyakit epilepsi adalah kondisi syaraf otak terganggu. Bagi anak-anak yang menderita epilepsi tetap memiliki kecerdasan dan kemampuan seperti anak-anak lainnya. Namun, kurang mampu mengatur emosi, belajar, dan gangguan gerak karena kejang. Bahkan diperburuk dengan obat yang dikonsumsi membantu mengontrol saat kejang-kejang. Komplikasi yang terjadi pada anak sering berdampak pada prestasi di sekolah buruk, rendah diri, depresi, gangguan perilaku, ngantuk, dan hiperaktif.

Penyakit epilepsi (jellygamat)

Penyakit epilepsi (jellygamat)

Meskipun demikian bagi anak yang menderita epilepsi dapat sembuh dengan mengetahui penyebab dari penyakit epilepsi. Apabila sistem syaraf otak anak kembali berfungsi seperti semestinya tidak menutup kemungkinan anak akan kembali normal, seperti mampu mengontrol emosi dengan baik dan bisa belajar dengan baik, prestasi anak pun jadi tinggi.

Pemicu Dan Tanda Penyakit Epilepsi

Pemicu penyakit epilepsi pada anak cukup beragam, biasanya ada masalah di dalam neuron sehingga mengakibatkan epilepsi. Pemicu epilepsi terkadang karena masalah kecil yaitu perubahan otak tidak normal pada anak-anak. Namun, tidak semuanya karena hal itu, sebagian dikarenakan karena mengalami stroke, kista, tumor, dan pendarahan otak.

penyakit epilepsi pada anak (penyakitepilepsi)

penyakit epilepsi pada anak (penyakitepilepsi)

Adapun pemicu epilepsi lainnya adalah:

  • Di dalam otak terjadi perubahan kimia.
  • Faktor genetika atau keturunan.
  • Mental dan fisik terganggu.
  • Saat terjadi kecelakaan bagian kepala cidera.
  • Luka saat masa hamil.
  • Metabolisme terganggu.
  • Mengkonsumsi obat-obatan.
  • Keracunan timbale.

Penyakit epilepsi pada bayi atau anak ditandai dengan kejang yang tak terduga dan berulang karena ada gangguan syaraf otak berfungsi mengatur pendengaran, pikiran, penglihatan, gerak otot, dan lainnya. Pada otak normal, semua kinerja otak akan berjalan sesuai fungsi masing-masing. Dikarenakan hal tertentu semuanya tidak berjalan normal bagi yang menderita epilepsiĀ dan dalam sensor otak terjadi kekacauan, sehingga mengakibatkan kejang-kejang. Penyebab dari gangguan otak berbeda-beda tetapi untuk bayi karena cacat bawaan sejak dalam kandungan, cedera kepala atau infeksi.

Penyakit epilepsi pada bayi (obatanak)

Penyakit epilepsi pada bayi (obatanak)

Berbagai Metode Pengobatan Penyakit Epilepsi

Bagi orang tua jangan sedih jika anak atau bayinya menderita epilepsi karena ada cara untuk mengobati epilepsi. Bahkan cara ini juga bisa digunakan untuk orang dewasa dengan menggunakan metode terapi obat, diet makanan, stimulasi syaraf, dan operasi.

Untuk penjelasan lebih lanjut tentang pengobatan epilepsi, simak ulasan berikut ini:

  • Menggunakan obat-obatan

Pada umumnya obat yang digunakan mengobati epilepsi yaitu antiepileptic atau anticovulsant. Ada berbagai jenis obat penyakit epilepsi antiepileptic berdasarkan jenis epilepsi, diantaranya adalah iagabine, gabapentin, lamotrigin, topiramate, dan felbamate. Cara kerja obat sangat sederhana dengan merangsang neuron agar aktifitas listrik terhanbat, dan mencegah kejang.

  • Stimulasi syaraf

Metode ini dilakukan dengan aliran listrik pendek disalurkan ke otak lewat syaraf vagus selama 30 detik hingga 3 menit. Gunakan metode stimulasi syaraf pada bayi jika mengalami kejang tidak terkontrol serta susah ditangani dengan obat.

obat epilepsi dengan stimulasi syaraf

obat epilepsi dengan stimulasi syaraf

  • Diet makananĀ 

Bagi penderita epilepsi yang melakukan diet makanan sering disebut diat ketogenik, yaitu mengkonsumsi makanan rendah karbohidrat dan tinggi lemak.

  • Operasi

Apabila epilepsi tidak tertangani dan obat-obatan pun tidak bisa membantu maka lakukan operasi. Bertujuan agar mengetahui penyebab kejang pada sumber syaraf kemudian mengangkat penyebabnya atau kondisi syaraf terganggu diperbaiki.

Nah, itulah beragam pengetahuan tentang penyakit epilepsi baik bagi anak-anak ataupun bayi. Sebagai orang tua harus mengetahui tanda-tanda epilepsi agar dapat segera melakukan tindakan apabila terjadi pada anak atau bayi Anda.

Artikel Sehat Alami ini dikenal, sbb :

makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita epilepsi -