5 Penyakit Kekurangan Protein yang Perlu Diketahui

Seperti yang sudah Anda ketahui, protein merupakan sebuah unsur penting dalam tubuh yang memiliki banyak fungsi dan peran penting dalam menjaga kesehatan serta keseimbangan tubuh manusia. Bila asupan protein yang masuk ke dalam tubuh kurang, maka penyakit kekurangan protein bisa menimpa Anda, bahkan dengan resiko yang fatal.


Penyakit kekurangan protein - Shutterstock

Penyakit kekurangan protein – Shutterstock

Penyakit Kekurangan Protein Dalam Tubuh

Terdapat beberapa macam penyakit akibat kekurangan protein yang memiliki gejala dan juga efeknya masing-masing. Berikut adalah beberapa contoh penyakit akibat defisiensi protein dalam tubuh:

Marasmus

Bisa dikatakan Marasmus adalah gizi buruk yang umumnya ditemukan pada bayi yang berumur di bawah satu tahun. Penyebab utama dari penyakit ini adalah kekurangan protein penting serta karbohidrat yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan bayi. Bila tidak segera diatasi, maka penyakit tersebut bisa menjadi parah bahkan berujung pada kematian.

Gejalanya antara lain berat badan mengalami penurunan drastis, suhu tubuh sangat rendah, kulit menjadi keriput seperti manula, wajah menjadi lonjong dan terlihat lebih tua dari umur semestinya, perut menjadi cekung dan anak menjadi kehilangan nafsu makan.

Contoh penyakit akibat kekurangan protein - Fotolia

Contoh penyakit akibat kekurangan protein – Fotolia

Kwashiorkor

Penyakit lain yang ditimbulkan oleh akibat kekurangan protein adalah kwashiorkor. Penderita penyakit ini adalah anak-anak yang berusia sekitar 1 sampai dengan 3 tahun. Jenis penyakit ini tidak bisa diidentifikasi dengan jelas karena penderitanya tetap terlihat normal dari luar namun terdapat beberapa gejala seperti:

  • Anak mudah lelah meskipun tidak melakukan aktivitas yang berat
  • Terjadinya pembengkakan pada bagian tubuh yaitu perut, punggung, kaki dan tangan,
  • Anak sering mengalami diare
  • Pandangan terlihat sayu
  • Rambut sangat mudah rontok, tipis, dan kusam
  • Hati penuh dengan lemak dan membengkak, serta
  • Apabila terjadi luka maka tidak mudah sembuh.

Cachexia

Penyakit cachexia bisa terjadi apabila seseorang kekurangan protein yang penting untuk tubuh. Cachexia juga bisa memicu terjadinya penyakit komplikasi lainnya seperti kanker, gagal ginjal, penyakit menular, bahkan menyebabkan kematian. Gejala penyakit kurang protein ini diantarannya cepat meras kelelahan, otot rangka menjadi lebih tipis, berat badan mengalami penurunan yang ekstrim serta tidak memiliki tenaga untuk melakukan aktivitas.

Sumber-sumber protein - Fotolia

Sumber-sumber protein – Fotolia

Gagal hati

Protein dibutuhkan untuk tubuh guna memperlancar proses regenerasi dari organ tubuh. Gagal hati adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh kurangnya asupan protein yang masuk dalam sel hati yang akan digunakan sebagai proses pembaharuan. Gejala-gejala dari penyakit ini adalah:

  • Sering merasa mual
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kelelahan yang ekstrim
  • Kulit serta mata menjadi menguning
  • Perut menjadi lebih kembung dan bengkak
  • Tubuh mudah memar dan juga berdarah
  • Sering mengalami diare

Penyakit jantung

Jantung juga membutuhkan asupan protein yang tinggi sebab jantung merupakan organ tubuh inti yang bekerja sebagai penyeimbang tubuh. Bila asupan protein berkurang, maka jantung akan menjadi lemah, sesak napas, batuk-batuk, mudah lelah dan juga nafsu makan menjadi berkurang.

Dengan mengetahui beberapa penyakit kekurangan protein, maka Anda bisa melakukan pencegahan dengan cara banyak mengonsumsi makanan bergizi yang memiliki protein sangat banyak sehingga keseimbangan tubuh tetap terjaga.



Permasalahan yang ada dalam artikel :

penyakit kekurangan protein; kekurangan protein; kekurangan protein menyebabkan penyakit; kekurangan protein akan menyebabkan penyakit; penyakit akibat kekurangan protein; akibat kekurangan protein; kekurangan protein mengakibatkan; kekurangan protein akan menyebabkan; kekurangan protein dapat menyebabkan penyakit; kelainan kekurangan protein;

Content Protection by DMCA.com