4 Cara Pemeriksaan Fisik Jantung

Penyakit jantung masih menempati posisi teratas sebagai pembunuh. Sayangnya, penyakit ini sering terdeteksi setelah pada tahap lanjut, sehingga pasien sulit menerima pengobatan. Pemeriksaan fisik jantung adalah salah satu tahap yang dilakukan tenaga medis untuk menegakkan diagnosis dan prognosis pasien.


Cara Pemeriksaan Fisik Jantung

Cara Pemeriksaan Fisik JantungĀ (Musicamoviles)

Pemeriksaan fisik terhadap jantung dilakukan untuk mengetahui adanya kelainan pada sistem kardiovaskuler, melalui beberapa teknik. Sebenarnya, pemeriksaan fisik bukanlah satu-satunya cara untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan. Hasil pemeriksaan fisik gagal jantung juga harus dilengkapi dengan hasil EKG, gejala klinik, dan pemeriksaan penunjang lainnya.

Teknik Pemeriksaan Fisik Jantung

Secara umum, ada empat tahap pemeriksaan fisik yang harus anda jalani untuk memastikan ada atau tidaknya gangguan pada jantung. Berikut adalah tahapannya:

Inspeksi Jantung

Inspeksi jantung bertujuan untuk menemukan tanda-tanda atau kelainan kondisi jantung melalui pengamatan pada permukaan dada. Pemeriksaan awal ini biasanya melibatkan empat elemen, yakni:

  • Bentuk prekordium. Pada orang sehat, bentuk kedua belah dada seharusnya simetris. Perubahan bentuk, seperti cekung dan gembung menunjukkan adanya kelainan.
  • Denyut apeks jantung, atau ictus cordis normal hanya berbentuk tonjolan kecil. Jika terjadi pembesaran atau perluasan, berarti ada indikasi terjadinya kelainan.
  • Denyut nadi pada dada. Denyut nadi yang menunjukkan gerakan naik-turun biasanya menunjukkan adanya pemberasan ventrike; kanan, sedangkan denyutan di bagian atas menunjukkan adanya kelainan aorta.
  • Denyut vena pada dada dan punggung normalnya tidak terlihat. Jika denyutan terlihat, menunjukkan adanya kelainan.

Palpasi Jantung

Cara pemeriksaan fisik jantung yang kedua ini dilakukan untuk memperkuat hasil temuan inspeksi fisik. Dalam istilah awam, palpasi berarti meraba; tenaga medis melakukan palpasi menggunakan telapak tangan atau ujung jari untuk melakukan pemeriksaan pada ictus kordis, getaran, maupun gerakan trakea. Sebagai contoh, pada keadaan normal, ictus kordis biasanya bisa dipalpasi, namun pada penderita gangguan jantung, ictus kordis mungkin tidak teraba atau teraba dengan sangat kuat.

Palpasi Jantung

Palpasi JantungĀ (Mysanantonio)

Perkusi

Pemeriksaan ini dilakukan untuk menetapkan batas normal jantung, biasanya dikelompokkan menjadi batas kiri dan batas kanan jantung. Pada kondisi tertentu, batas jantung meluas ke kanan atau ke kiri atau mengecil akibat adanya tekanan. Hal ini menunjukkan adanya gangguan. Sebagai contoh, pada penderita emfisema, batas kanan jantung cenderung mengecil, sedangkan pada penderita neurisma aorta, daerah jantung meluas ke kanan.

Auskultasi

Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan stetoskop duplex. Alat ini berfungsi untuk mendengarkan bunyi dengan nada rendah pada detak jantung. Bunyi yang terdeteksi dikelompokkan menjadi 3, yakni Bunyi Jantung I, II, dan bising. Pada penderita gangguan jantung, seperti penderita obesitas, bunyi jantung mungkin terdengar melemah. Demikian juga dengan adanya deteksi bising patologis, yang mungkin terjadi akibat pembesaran bilik jantung.

Secara teknis, pemeriksaan ini tentu hanya bisa dilakukan tenaga medis. Untuk itu, sebaiknya anda berkomunikasi terlebih dahulu dengan dokter (anamnesis), untuk mempermudah tenaga medis melakukan pemeriksaan fisik jantung dan mengarahkan diagnosis penyakit. Dengan cara ini, anda akan mendapatkan penanganan yang tepat.



Permasalahan yang ada dalam artikel :

pemeriksaan jantung; pemeriksaan fisik jantung; pemfis jantung; cara pemeriksaan jantung; perkusi jantung; pemeriksaan fisik kardiovaskuler; ictus cordis adalah; pemeriksaan fisik; pemeriksaan fisik pada jantung; cara cek jantung;

Content Protection by DMCA.com